Pariwisata



Benteng Fort De Kock

Lokasi :

Bukit Tinggi, Sumater Barat



Benteng Fort de Kock didirikan pada tahun 1825 oleh Kapten Bauer di atas Bukit Jirek Negeri, Bukit Tinggi. Hingga saat ini, Benteng Fort de Kock masih menjadi saksi bisu angkuhnya penjajahan Belanda pada saat itu untuk berkuasa atas Minangkabau dan sisa-sisa keangkuhannya masih tersirat dalam bangunan setinggi 20 meter dengan warna cat putih dan hijau ini.  
Sumber : travel.kompas.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Danau Maninjau (Lake Maninjau)

Lokasi :

Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam



Danau maninjau terletak di kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, Sekitar 140 kilometer sebelah utara kota Padang. Danau vulkanik ini berada diketinggian 46,50 meter diatas permukaan laut dengan luas Manijau sekitar 99,5 km dan kedalam maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat bukit disekeliling danau yang menyerupai seperti dinding aktivitas wisata yang dapat dilakukan seperti berenang, memancing serta bertualang dengan sepeda mengelilingi danau. Fasilitas disekitar danau berupa homestay, hotel kafe, serta berbagai kuliner khas masyarakat maninjau seperti palai rinuak, bada balai, ikan bakar, pensi yang yang tidak terdapat didaerah lain. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Danau Singkarak (Lake Singkarak)

Lokasi :

Terletak Antara 2 Kabupaten (Kab. Tanah Datar dan Kab Solok)



Danau Singkarak merupakan danau vulkanik dengan luas 107,8 km2, yang terletak di antar kabupaten Tanah Datar. Lokasi objek mudah ditinjau dengan jarak tempuh 86 km dari kota Padang dan 36 km dari Bukittinggi danau Singkarak dihuni oleh spesies ikan yang hanya bisa hidup di perairan ini dan dinamakan ikan bilih oleh masyarakat setempat. Tersedia fasilitas seperti hotel, rumah makan sekitar objek wisata ini, beberapa aktivitas wisata yang dapat dilakukan adalah seperti memancing dan bersampan di tengah danau. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Istana Pagaruyuang (Pagaruyuang Palace)

Lokasi :

Jalan Sultan Alam Bagagarsyah, Nagari Pagaruyung, Tanjung Emas, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar



Bagi anda yang suka mengujungi istana kerajaan, istano Baso Pagaruyuang adalah salah satu istana tebaik di Batusangkar istana ini merupakan duplikat bangunan istano rajo alam Minangkabau yang dibakar Belanda tahun 1804 dan dibangun kembali tahun 1976. Bangunan ini terdiri dari 11 gonjong, 72 tonggak dan 3 lantai. Objek wisata ini dilengkapi dengan surau tabuah, rangkiang patah sembilan, serta fisik bangunan istano Baso Pagaruyung dilengkapi dengan beragam ukiran dengan tiap-tiap bentuk dan wakna ukiran mempunyai falsafah, sejarah dan budaya Minangkabau. Terletak di nagari Pagaruyung kecamatan tanjung emas berjarak 105 km dari kota Padang, dan dapat ditempuh selama 2,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum. Berbagai macam cendera mata bisa ditemui disekitar istana. Tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti restauran dan mushala bagi para pengunjung. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Jam Gadang (The Great Jam Gadang)

Lokasi :

Bukit Tinggi, Sumatera Barat



Bangunan ini memiliki tinggi 26 meter, bergaya Belanda dan dibangun oleh seorang arsitek asal Minang bernama Yazin Sutan Gigi Ameh. Jam Gadang ini terletak di pusat kota Bukittinggi dan telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Jam ini dibangun pada tahun 1926, digerakkan secara mekanik dan sebagai hadian dari ratu Belanda kepada pemerintah Hindia Belanda. Pembangunan Jam Gadang ini pun manghabiskan biaya yang cukup besar yaitu sebesar 3.000 gulden. Jam gadang ini merupakan icon Bukittinggi yang selalu dikunjungi oleh masyarakat dalam dan luar negri dan menjadi salah satu pusat perkonomian terbesar di Sumatera Barat. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Jembatan Siti Nurbaya (Siti Nurbaya Bridge)

Lokasi :

Kota Padang



Jembatan Sitti Nurbaya adalah jembatan yang membentang sepanjang 156 meter di atas sungai Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat. Jembatan ini menghubungkan pusat kota dengan Seberang Padang. Mengambil nama dari novel klasik Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, jembatan ini adalah akses menuju Gunung Padang, salah satu latar tempat Sitti Nurbaya.

Dibangun sejak tahun 1995, pembangunan jembatan menghabiskan biaya Rp19,8 miliar dari anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat, dibantu oleh Asian Development Bank (ADB) dan Overseas Economic Cooperation Fund (OECF). Penggunaannya diresmikan pada pertengahan tahun 2002, ditandai dengan kehadiran pemeran drama televisi Sitti Nurbaya HIM Damsyik, Novia Kolopaking, dan Gusti Randa. 
 
Sumber : Wikipedia 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Kepulauan Mentawai (Mentawai Island)

Lokasi :

Kabupaten Kepulauan Mentawai.



Pulau Mentawai adalah bagian dari provinsi Sumatra Barat dimana sejak tahun 1999 diterapkan menjadi sebuah kabupaten. posisi kepulauan Mentawai yang ada di Tengah Samudera Hindia membuatnya dikelilingi alam laut yang mengagumkan dan sempurna untuk wisata bahari. Mentawai telah tersohor menjadi salah satu tujuan wisata berpetualangan, wisata budaya, dan wisata bahari terutama surfing yang diminati peselancar dalam dan luar negeri. Surfing atau selancar telah menjadi icon wisata kepulauan mentawai, bahkan tidak jarang digelar kompetisi surfing bertaraf internasional disini. Sedikitnya tersebar 400 titik surfing dikepulauan Mentawai. ombaknya beragam dan menantang, bahkan beberapa gulungan ombaknya termasuk dalam kategori ekstrem yang dicari peselancar dari berbagai penjuru dunia. Untuk menuju pulau ini dapat menggunakan kapal dengan 10 jam perjalanan dari kota Padang. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Lembah Anai (Anai Valley)

Lokasi :

Jalan Raya Padang - Bukit Tinggi



Lembah Anai Sebuah hutan lindung dengan daya tarik air terjun yang ketinggian 40 m. Lembah anai merupakan daerah cagar alam dengan aneka ragam jenis flora dan fauna. Terletak dipinggir jalan raya Padang Bukittinggi, tepatnya di nagari singgalang kecamatan x koto. Objek ini dilengkapi dengan fasilitas seperti mushalla, rumah makan, serta toko makanan kecil tradisional disekitar air. Tempat ini selalu ramai dikunjungi di akhir pekan dan selalu ramai dipenuhi pengunjung yang berfoto atau berenang di dalam kolam. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Lembah Harau (Harau Valley)

Lokasi :

Payakumbuh. Kabupaten Lima Puluh Koto



Lembah Harau merupakan salah satu objek wisata utama di kabupaten 50 kota, terletak di kecamatan Tarantang Harau dan diapit oleh dinding curam dengan ketinggian 100-200 m, Disini anda bisa menikmati pesonan alami alam lengkap dengan kolam renang, taman satwa, arena bermain anak-anak, taman kupu-kupu ,sepeda air, toko souvenir, gazebo,dan lain-lain. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Lubang Jepang (Japanese Hole)

Lokasi :

Bukit Tinggi, Sumatera Barat



Lobang Jepang adalah salah satu obyek yang wajib dikunjungi bila Anda bertandang ke Bukittinggi. Ini adalah gua bawah tanah yang dibangun oleh tentara Jepang saat menduduki Bukittinggi. Dengan membayar tiket masuk Rp. 5.000, kita bisa menyusuri gua sepanjang 1.470 meter ini. Membawa pemandu lebih disarankan, agar kita tidak tersesat di lorong-lorong yang semuanya terlihat sama persis itu. Rasanya agak horor kalau kita sampai tersesat di lorong-lorong yang seperti labirin di dalamnya, apalagi bila membayangkan berbagai cerita yang beredar di masyarakat mengenai banyaknya pekerja romusha yang tewas di sana. 
Sumber : www.pesona.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Ngalau Indah (Ngalau Indah Cave)

Lokasi :

Payakumbuh



Ngalau Indah merupakan salah satu tempat wisata favorit didaerah Payakumbuh, yang mempunyai daya tarik tersendiri ibarat surga yang ada dalam perut bumi. Gua yang berada di lereng bukit Simarajo, kota Payakumbuh ini memiliki ketingian 640 di atas permukaan laut dan memiliki kontur unik, berundak, dan berbatuan indah. Didalam gua ini terdapat stalagmit dan stalagtit yang masih asri dan didiami burung layang-layang serta satwa-satwa sejenis yang membuat gua ini semakin khas dan selalu ramai dikunjungi wisatawan. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Pantai Carocok (Carocok Beach)

Lokasi :

Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan



Objek wista ini merupakan ikon, pariwisata KabupatenPesisir Selatan, berada disisi barat kota Painan dengan jarak 77 km dari Padang dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Dipantai carocok ini tersedia bermacam-macam sarana atraksi wisata tersebut antara lain jet sky, banana boat, parasailing, flying fish, serta pertunjukan musik. Di kawasan Pantai Carocok ini juga telah tersedia gazebo yang dihubungkan oleh jembatan, serta lapangan parkir yang luas. Saat ini pemerintah Pesisir Selatan juga sedang membangun hotel-hotel resort yang akan menambah keindahan pantai carocok. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Puncak Lawang (Lawang Peak)

Lokasi :

Lawang, Matur, Kabupaten Agam



Puncak Lawang merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal di wilayah Sumatera Barat. Lokasinya berada di kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Padang Pajang provinsi Sumatera Barat dan merupakan salah satu lokasi take off paralayang terbaik di Asia Tengara. Beberapa even paralayang berskala internasional telah diadakan disini. Bebagai fasilitas seperti homestay, area parkir dan mushalla juga tersedia bagi para pengunjung. Selain paralayang, tempat ini juga menawarkan kegiatan yang lain yang bisa dilakukan seperti trekking dan arung jeram. 
Sumber : www.ayokesumbar.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel

Rumah Puisi Taufik Ismail

Lokasi :

Jalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi Km. 6, Aie Angek, Kec. X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat



Rumah puisi Taufiq Ismail adalah tempat penyimpanan ribuan buku karya-karya sastrawan legendaris Indonesia, yang dijadikan tempat wisata edukasi di Tanah Datar. Rumah puisi tersebut berada pada jalan raya Padang dan Bukittinggi. Rumah puisi lahir dari gagasan penyair kenamaan Taufiq Ismail, yang tumbuh dari pengalaman kolektifnya bersama tim redaktur Horison dan sahabat-sahabat sastrawan se-Indonesia. Bermodalkan uang dari hadiah sastra Habibie Award 2007 sebesar US$ 25.000 (atau Rp 200 juta setelah dipotong pajak), sastrawan kelahiran Bukittinggi ini membangun rumah puisi yang berlokasi di tempat yang selama ini diimpikannya.   
Sumber : www.pelangiholiday.com 
Travel Asita Sumbar : sumbar.travel